Mari Lawan Persekusi

IlustrasiMnculnya kasus persekusi merupakan fenomena lanjutan terjadinya polarisasi di masyarakat seusai pilkada DKI. Pemerintah dan elite politik gagal merealisasikan rekonsiliasi dua kubu di masyarakat. Kelompok pro dan anti terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seolah menjadi subkultur tersendiri. Sekalipun intensitas pertentangan mereka belakangan mengendur.
Sesuai dengan amanat konstitusi, negara berkewajiban melindungi hak-hak warga negara dari segala ketakutan. Nah, maraknya kasus persekusi juga tak terlepas dari lambannya respons negara (baca: pemerintah) dalam mengantisipasi potensi konflik sisa-sisa ketegangan setelah pilkada DKI.

Upaya rekonsiliasi tampaknya hanya terjadi di tingkat elite. Sebaliknya, di tataran akar rumput, sebagian kelompok masih belum lega atas hasil pilkada. Sentimen berlatar suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) masih mendominasi motif terjadinya kasus persekusi. Continue reading

GP Ansor Prihatin, PMA Bocah Korban Persekusi Tinggal di Safe House

ilustrasi Persekusi.ilustrasi Persekusi.

Jawapos.com – Seorang remaja berinisial PMA (15) menjadi korban persekusi oleh sejumlah oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas). Sampai hari ini (2/6) dia masih berada di safe house milik polisi.
Menurut anggota Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor, Achmad Budi Prayoga, perasaan takut masih dirasakan keluarga PMA usai insiden persekusi tersebut.

“Keluarga pasti takut. Karena secara psikologis mereka terindimidasi,” ucap Budi ketika dikonfirmasi, Jumat (2/6)

Namun kata dia, kondisi PMA saat ini dalam keadaan sehat secara fisik. Meski masih merasakan trauma dan takut.

Budi mengaku pihaknya prihatin dengan tekanan yang dilakukan sejumlah oknum kepada korban yang masih berada di bawah umur. Continue reading