Selain Fatmawati, wanita ini juga penjahit bendera era kemerdekaan

https://cdn.brilio.net/news/2017/06/01/126691/Brilio.net – Kalau membaca sejarah Indonesia 70 tahun silam saat Indonesia merebut kemerdekaan, sosok Fatmawati memiliki peran penting. Pasalnya dirinya lah saksi sejarah yang menjahit sang saka Merah Putih yang kini menjadi bendera kebangsaan Indonesia.

Namun, tahukah kamu. Bahwa ada sosok Ibu Fatmawati lain di Indonesia bagian timur. Ia adalah Amina Sabtu, merupakan penjahit bendera Merah Putih yang kemudian dikibarkan sekelompok pemuda pejuang di Tanjung Mareku, Pulau Tidore, pada 18 Agustus 1946.

Nenek Na, boleh kita sebut sebagai “Fatmawati-nya Indonesia Timur” pasalnya ia salah satu saksi hidup sekaligus figur penting dalam terbentangnya wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bendera hasil jahitan Nenek Na itu menjadi bendera Merah Putih pertama yang berkibar di Indonesia Timur. Continue reading

Masih berseragam, para polwan ini ngabuburit jadi guru ngaji

Brilio.net – Polisi tidak saja bertugas untuk menjaga keamanan, tapi di bulan Ramadan ini polisi juga menjalankan tugas mulia berkaitan dengan pendidikan keagamaan. Hal ini seperti yang dilakukan para polwan di Polres Karanganyar, Jawa Tengah. Selama Ramadan, para polwan memiliki agenda baru sebagai tenaga pengajar mengaji Alquran bagi anak-anak di sekitar Markas Polres.

Kegiatan ini rutin dilakukan sebelum berbuka puasa di Masjid Al Huda, di kompleks Polres Karanganyar. Kegiatan yang dimulai sejak awal puasa ini, dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok membaca surat-surat pendek Alquran, dan satu lagi membaca huruf Arab.

Bripda Nurindah, salah satu anggota polwan yang mengajar anak-anak membaca Alquran mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan keinginannya, yaitu mengajar Alquran kepada anak-anak di waktu luang. “Kami menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa dengan hal positif. Kami senang bisa mengajar adik-adik. Supaya mereka bisa mengaji lebih baik. Ini dilakukan setiap sore selama Ramadan, namun apabila hari libur kegiatan mengaji dilaksanakan di pagi hari,” kata Bripda Nurindah seperti dikutip dari akun Instagram @polreskaranganyar, Senin (5/6). Continue reading

Wayan Suparta, Ukur Perubahan Iklim Sejak 2003 hingga ke Antartika

Wayan Suparta, Ukur Perubahan Iklim Sejak 2003 hingga ke AntartikaJakarta – Bumi semakin terasa panas akibat perubahan iklim. Kenaikan suhu ini pun membuat es di Antartika mencair.

Adalah Prof Wayan Suparta, seorang WNI yang merupakan pengajar sekaligus peneliti di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), tertarik untuk mengukur perubahan iklim. Dia pun terbang ke Antartika demi menemukan jawaban dan solusi atas perubahan iklim global.

“Tren perubahan iklim global dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan perubahan suhu yang sangat signifikan. Peningkatan ini juga memberi indikasi bahwa bagian bumi selatan (Kutub Selatan atau Antartika), suhu telah meningkat dari tahun 1950 hingga 2016 dari 0,1°C hingga melebihi 0,5°C,” ujar Prof Wayan dalam tulisannya berjudul ‘Penyelidikan Sambaran Petir di Antartika’, pada Februari 2017.
Wayan menyelidiki iklim sejak 2003 sampai akhirnya menjelajahi Antartika pada tahun 2007 hingga kini. Proyek penelitian itu terselenggara atas kerja sama Malaysian Antarctic Research Programme (MARP) dengan Antarctica New Zealand. Continue reading