GP Ansor Prihatin, PMA Bocah Korban Persekusi Tinggal di Safe House

ilustrasi Persekusi.ilustrasi Persekusi.

Jawapos.com – Seorang remaja berinisial PMA (15) menjadi korban persekusi oleh sejumlah oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas). Sampai hari ini (2/6) dia masih berada di safe house milik polisi.
Menurut anggota Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor, Achmad Budi Prayoga, perasaan takut masih dirasakan keluarga PMA usai insiden persekusi tersebut.

“Keluarga pasti takut. Karena secara psikologis mereka terindimidasi,” ucap Budi ketika dikonfirmasi, Jumat (2/6)

Namun kata dia, kondisi PMA saat ini dalam keadaan sehat secara fisik. Meski masih merasakan trauma dan takut.

Budi mengaku pihaknya prihatin dengan tekanan yang dilakukan sejumlah oknum kepada korban yang masih berada di bawah umur. Continue reading

Wujud Bhinneka Tunggal Ika, Tokoh Lintas Agama Ikut Bersihkan Masjid

Tokoh lintas agama di sela-sela kegiatan bersih-bersih 12 masjid se-Palangka Raya.JawaPos.com – Kata Bhinneka Tunggal Ika di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) tak hanya sekadar slogan. Masyarakat antarumat beragama di kota ini benar-benar bisa hidup berdampingan dan tentram.
Ketentraman itu bukan sekadar simbol saja. Bahkan tokoh lintas agama di daerah ini dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan dan hari lahir Pancasila ikut membersihkan masjid. Tak tanggung-tanggung, ada 12 masjid yang bersihkan.

Bersama TNI, tokoh agama dan pemuda itu terlibat melakukan aksi bersih-bersih masjid pada Jumat (2/6). Wayan Pait dari Perhimpunan Suka Duka Hindu Dharma Kota Palangka Raya menuturkan, kegiatan bersih masjid menjadi cara memupuk rasa kepedulian sesama, dan memberikan semangat kepada umat muslim yang sedang menjalani ibadah puasa. Continue reading

Kader Golkar minta KPK kejar pimpinan dan anggota DPR di kasus e-KTP

Kader Golkar minta KPK kejar pimpinan dan anggota DPR di kasus e-KTPSenin, 13 Maret 2017 09:32 WIB | 617 Views
Pewarta: Rangga Pandu Asmara JinggaJakarta

(ANTARA News) – Kader muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta KPK tidak mundur atau surut dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan KTP elektronik yang diduga melibatkan nama-nama besar.

“Saya kira KPK tidak perlu mundur dan surut, terhadap bantahan yang dilakukan oleh para pimpinan dan anggota DPR yang disebut-sebut namanya di dalam dakwaan yang dibacakan JPU terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik,” kata Doli Kurnia di Jakarta, Senin. Continue reading