FASHION MAHASISWI MUSLIM

DSC_0229+Masa yang semakin berkembang, teknologi yang semakin canggih hingga layaknya tidak ada sekat pembatas apapun untuk saling berinteraksi dengan manusia di belahan dunia manapun, hal tersebut membuat umat manusia secara perlahan melepaskan satu persatu jubah kebesarannya. Za…jubah kebesaran yang selama ini amat di bangga-banggakan, karena jubah kebesaran itu adalah sebuah simbol, tanda dan pembeda antar manuasia dari belahan dunia manapun, tidakkah engkau tahu makna dari jubah kebesaran itu? Jubah kebesaran itu adalah budaya.Budaya memang sangat berpengaruh untuk membedakan antara bangsa, ras dan golongan. Baik bangsa barat dan timur, karena dengan budaya mereka akan tahu siapa kita, dengan budaya kita bisa melestarikan warisan leluhur kita, kita bangga dengan apa yang kita miliki walaupun berupa hal yang sederhana. Mulai dari budaya dalam bergaul yang mana jika kita teliti budaya bangsa barat cenderung bersifat individualisme dan freesex, bayangkan saja pemandangan yang tidak patut dipertontonkan didepan khalayak ramai malah sudah menjadi pemandangan biasa dan bisa dinikmati kapanpun dan dimanapun tidak sampai disitu budaya berpenampilan ala barat cenderung mempertontonkan bagian-bagian lekuk tubuhnya dan dalam hal bermasyarakat, kaum barat cenderung bersifat individualisme alias lo za lo, gue za gue tanpa memperdulikan keadaan sekitar, entah apapun keadaannya seakan akan mereka selalu bilang emang gue fikrin ? . Hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi yang ada di negri kita, Karena kita tahu sendiri bahwa negri kita telah masyhur dengan rasa sosialisnya yang tinggi, keramahan, kesopanannya dan rasa tenggang rasanya, Bayangkan saja dalam satu negara terdapat kurang lebih 6 agama yang berbeda dan bisa hidup secara berdampingan, terdapat beribu-ribu suku yang mepunyai budaya dan gaya hidup yang berbeda tetapi bisa hidup dalam satu negara dengan rukun dan damai Sedangkan dalam berpenampilan cenderung lebih rapi karena mayoritas masyarakat indonesia memeluk agama islam jadi budaya jilbaberpun sudah menjadi mode terbaru negri kita. Tetapi budaya khas islam yang telah kita bangga-banggakan berubah menjadi hal sangat ironis sekali saat ini, karena identitas kita tergadaikan hanya dengan alasan modernisasi contoh yang amat sangat mencolok saat ini adalah budaya berpakaian kita karena budaya kita dalam berbusana sudah benar-benar terkontaminasi dengan budaya orang barat. Sebenarnya alasan modernisasi bukanlah alasan yang pas, untuk memporak porandakan budaya yang selama ini telah mengakar pada jiwa kita, modernitas adalah cukup dengan memperbaiki yang lama tanpa benar-benar menanggalkannya dengan mengemas dengan mode yang semakin indah tanpa menggatinya dengan yang baru.
Maka tugas kita sebagai mahasiswi yang terbebas dari kontaminasi budaya asing, untuk tetap menjaga identitas terpenting kita sebagai seorang muslimah sejati. Apalagi kita tumbuh sebagai mahasiswa yang berada di tengah-tengah benteng pertahanan islam terkuat, yaitu pesantren.Sekarang masihkah ada mahasiswa dan mahasiswi kampus tercinta kita yang berpakaian dengan fashion yang ketat dan memperlihatkan lekak lekuk tubuh mereka??? Mari kita dengarkan opini-opini mereka tentang fashion para warga kampus kita :
“Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Suarabaya Stop Pakaian Ketat” itulah jargon yang sampai saat ini masih dipegang oleh Fakultas dakwah dan komunikasi, bahkan fakultas tersebut digadang-gadang sebagai fakultas percontohan tentang bagaimana berbusana yang baik, sopan dan sedap saat dipandang, akan tetapi sampai saat ini belum bisa terealisasikan di UINSA, memakai security di depan pintu masuk, hanya sambilalu, pamflet-pamflet yang terpampang di berbagai sudut hanya hiasan dan mainan mahaiswa fakultas.
Ibu suhartini dekan fakultas dakwah selalu menghimbau ke setiap mahasiswanya bahkan acapkali beliau selalu menegur mahasisiwi yang memakai pakaian celana dan baju ketat (jilbob) di area fakutas, orang besar di fakultas dakwah tersebut bahkan sudah meresmikan FDK stop pakain ketat pada tanggal 20 april 2015 di aula faultas dakwah, semua uda dikerahkan dan sudah di cari jalan akan tetapi proses menjadikan FDK stop pakaian kekatat butuh waktu dan kesadaran yang sangat tinggi antar dosen dan juga mahasiswa begitu sentilan dari ibu ninin (sapaan beliau)
Bagi beberapa golongan warga kampus, terutama kalangan mahasiswi, dunia fashion memang menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, beberapa mahasiswi uinsa mengatakan jika nggak akan pergi ke kampus deh kalau kehabisan stok pakaian trendi, bahkan ada yang mengatakan ‘’memakai jubah orang arab aja sekalian. Hehehe….” canda mereka. Saat di tanya tentang fashion mahasiswi di UINSA, tampil modis memang salah satu modal utama untuk meningkatkan percaya diri, dengan begitu mereka lebih nyaman untuk bergaul dengan banyak orang tanpa merasa risi dengan diri mereka sendiri.
Tapi bagaimana jika kita memakai celana levi’s atau baju ketat ke kampus yang notabennya berada ditengah kampus islam tersebut??. pantaskah jika kita memakainya di kawasan universitas islam negeri?
Bagaimanakah pendapat para pakar muslim dan kesehatan tentang masalah pakaian ketat muslimah saat ini berikut beberapa jawaban mereka :
Dr. Fanani salah satu dokter aktif di Rumah Sakit Fathma Medika Gresik yang ber-alamatkan Jl. Pendopo 45 Sembayat Manyar Gresik Jatim, saat ini fashion kaum hawa sangatlah banyak pilahan, terutama bagi wanita muslimah Islam memberikan aturan yang mulia terkait pakaian wanita. Agar wanita menutup aurat secara sempurna dengan pakaian yang tidak transparan dan tidak ketat. Namun sekarang, banyak wanita memakai pakaian ketat bahkan sangat ketat. Padahal di balik larangan Islam itu, ada banyak hikmah yang baru ditemukan melalui serangkaian penelitian.
Celana ketat sepinggul dapat menimbulkan penyakit paresthesia. Demikian pernyataan Dr. Fanani. Paresthesia adalah perasaan sakit seperti kesemutan, panas seperti terbakar dan sejenisnya. Dr. Fanani menuturkan bahwa dalam setahun terakhir ia memiliki cukup banyak pasien yang menderita paresthesia. Di antaranya ada sejumlah pasien wanita yang mengeluhkan panas dan gatal di sekitar paha akibat memakai celana ketat. Bukan hanya itu saja Dokter Fanani juga menuturkan bahwa Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan berpakaian tetapi ketat atau transparan, maka ia berpotensi mengalami berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas melanoma yang masih berusia dini akan semakin bertambah dan menyebar sampai ke kaki.
Penyakit ini disebabkan sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur di sana). Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan biasanya di daerah sekitar mata, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, lalu menetap di hati serta merusaknya.
Bukan berhenti sampai disini saja, dari sisi kaca mata islam Kyai Alinoko pemangku Pondok pesantren Sunan Drajat 7 tepatnya di daerah Gesikharjo Palang Tuban, kyai karisamatik dan tersohor tersebut mengungkapkan beliau memandang Wanita diciptakan dengan tabiat cinta berhias, berdandan, dan indah dalam berpakaian dan lain-lain. Namun Islam mengatur semua itu dengan porsi tertentu untuk dipergunakan pada tempat serta situasi tertentu. Kenyataan di masyarakat saat ini terutama dikalangan Kampus adalah lebih banyak mahasiswi yang menghamburkan uang untuk kepentingan pakaiannya, perhiasan, alat-alat kecantikan, rambut dan hiasan hiasan yang berlebihan lainnya.
Seiring perkembangan zaman telah banyak muncul desainer-desainer yang menelurkan berbagai macam busana muslimah, jilbab muslimah dll. semuanya di kemas dengan mengikuti perkembangan mode busana yang menarik, bermotif, dan bercorak, yang tetap longggar, menutup tubuh hingga kebawah ,sopan dan rapi.sehingga jika dipakai menambah anggun wanita-wanita muslimah. tetapi tidak sedikit pula baju muslimah yang berkembang sekarang jauh dari syariat islam. apalagi, banyak kalangan wanita muslimah yang kurang memperhatikan cara berpakaiannya terutama dikalangan kampus. sehingga masih banyak yang jauh dari standar syar’i misalnya:

1. Pakaian yang dikenakan terlalu ketat, sehingga lekuk tubuhnya kelihatan sexsi.
2. Bahan pakaian yang dikenakan terlalu tipis.
3. Mengenakan kerudung gaul ( jilbab pendek) diatas dada sehingga bagian yang menonjol dari wanita kelihatan.
4. memakai celana leaging (super ketat) dipasangkan dengan baju ketat pula tetapi memakai jilbab. dan lain sebagainya.

Seharusnya kita harus menyadari bahwa sebagai wanita kita diwajibkan menutup seluruh tubuh (kecuali muka dan telapak tangan) dari pandangan laki-laki bukan muhrim. wanita dilarang menampakkan zinat (perhiasan) nya kepada beberapa golongan laki laki dan wanita. Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Nya:
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)nampak dari padanya.” (Q.S. An-Nur: 31)

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Melihat dari ungakapan tersebut bahwasanya sebagai muslimah Persoalan bentuk dan model busana/pakaian dalam kajian fiqh Islam bersifat fleksibel dan dinamis disesuaikan dengan norma-norma etika, moral dan adat istiadat setempat. Jika tidak berlebihan dapat dikatakan bahwa salah satu bentuk dan model busana/pakaian yang telah digariskan dalam ajaran syari’at setidaknya sejenis jilbab (menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan) dan khimar sebagai penutup kepala yang diulurkan hingga ke dada. Sedangkan model jilbab dan khimar menjadi kebebasan bagi setiap orang dalam menentukannya sesuai dengan norma agama, etika, moral dan pertimbangan adat istiadat setempat.
“Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Suarabaya Stop Pakaian Ketat” itulah jargon yang sampai saat ini masih dipegang oleh Fakultas dakwah dan komunikasi, bahkan fakultas tersebut digadang-gadang sebagai fakultas percontohan tentang bagaimana berbusana yang baik, sopan dan sedap saat dipandang, akan tetapi sampai saat ini belum bisa terealisasikan di UINSA, memakai security di depan pintu masuk, hanya sambilalu, pamflet-pamflet yang terpampang di berbagai sudut hanya hiasan dan mainan mahaiswa fakultas.
Ibu suhartini dekan fakultas dakwah selalu menghimbau ke setiap mahasiswanya bahkan acapkali beliau selalu menegur mahasisiwi yang memakai pakaian celana dan baju ketat (jilbob) di area fakutas, orang besar di fakultas dakwah tersebut bahkan sudah meresmikan FDK stop pakain ketat pada tanggal 20 april 2015 di aula faultas dakwah, semua uda dikerahkan dan sudah di cari jalan akan tetapi proses menjadikan FDK stop pakaian kekatat butuh waktu dan kesadaran yang sangat tinggi antar dosen dan juga mahasiswa begitu sentilan dari ibu ninin (sapaan beliau)
Bagi beberapa golongan warga kampus, terutama kalangan mahasiswi, dunia fashion memang menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, beberapa mahasiswi uinsa mengatakan jika nggak akan pergi ke kampus deh kalau kehabisan stok pakaian trendi, bahkan ada yang mengatakan ‘’memakai jubah orang arab aja sekalian. Hehehe….” canda mereka. Saat di tanya tentang fashion mahasiswi di UINSA, tampil modis memang salah satu modal utama untuk meningkatkan percaya diri, dengan begitu mereka lebih nyaman untuk bergaul dengan banyak orang tanpa merasa risi dengan diri mereka sendiri.
Tapi bagaimana jika kita memakai celana levi’s atau baju ketat ke kampus yang notabennya berada ditengah kampus islam tersebut??. pantaskah jika kita memakainya di kawasan universitas islam negeri?
Bagaimanakah pendapat para pakar muslim dan kesehatan tentang masalah pakaian ketat muslimah saat ini berikut beberapa jawaban mereka :

Dr. Fanani salah satu dokter aktif kesehatan kulit di Rumah Sakit Fathma Medika Gresik yang ber-alamatkan Jl. Pendopo 45 Sembayat Manyar Gresik Jatim, saat ini fashion kaum hawa sangatlah banyak pilahan, terutama bagi wanita muslimah Islam memberikan aturan yang mulia terkait pakaian wanita. Agar wanita menutup aurat secara sempurna dengan pakaian yang tidak transparan dan tidak ketat. Namun sekarang, banyak wanita memakai pakaian ketat bahkan sangat ketat. Padahal di balik larangan Islam itu, ada banyak hikmah yang baru ditemukan melalui serangkaian penelitian.
Celana ketat sepinggul dapat menimbulkan penyakit paresthesia. Demikian pernyataan Dr. Fanani. Paresthesia adalah perasaan sakit seperti kesemutan, panas seperti terbakar dan sejenisnya. Dr. Fanani menuturkan bahwa dalam setahun terakhir ia memiliki cukup banyak pasien yang menderita paresthesia. Di antaranya ada sejumlah pasien wanita yang mengeluhkan panas dan gatal di sekitar paha akibat memakai celana ketat. Bukan hanya itu saja Dokter Fanani juga menuturkan bahwa Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan berpakaian tetapi ketat atau transparan, maka ia berpotensi mengalami berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas melanoma yang masih berusia dini akan semakin bertambah dan menyebar sampai ke kaki.
Penyakit ini disebabkan sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur di sana). Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan biasanya di daerah sekitar mata, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, lalu menetap di hati serta merusaknya.

Bukan berhenti sampai disini saja, dari sisi kaca mata islam Kyai Alinoko pemangku Pondok pesantren Sunan Drajat 7 tepatnya di daerah Gesikharjo Palang Tuban, kyai karisamatik dan tersohor tersebut mengungkapkan beliau memandang Wanita diciptakan dengan tabiat cinta berhias, berdandan, dan indah dalam berpakaian dan lain-lain. Namun Islam mengatur semua itu dengan porsi tertentu untuk dipergunakan pada tempat serta situasi tertentu. Kenyataan di masyarakat saat ini terutama dikalangan Kampus adalah lebih banyak mahasiswi yang menghamburkan uang untuk kepentingan pakaiannya, perhiasan, alat-alat kecantikan, rambut dan hiasan hiasan yang berlebihan lainnya.
Seiring perkembangan zaman telah banyak muncul desainer-desainer yang menelurkan berbagai macam busana muslimah, jilbab muslimah dll. semuanya di kemas dengan mengikuti perkembangan mode busana yang menarik, bermotif, dan bercorak, yang tetap longggar, menutup tubuh hingga kebawah ,sopan dan rapi.sehingga jika dipakai menambah anggun wanita-wanita muslimah. tetapi tidak sedikit pula baju muslimah yang berkembang sekarang jauh dari syariat islam. apalagi, banyak kalangan wanita muslimah yang kurang memperhatikan cara berpakaiannya terutama dikalangan kampus. sehingga masih banyak yang jauh dari standar syar’i misalnya:
1. Pakaian yang dikenakan terlalu ketat, sehingga lekuk tubuhnya kelihatan sexsi.
2. Bahan pakaian yang dikenakan terlalu tipis.
3. Mengenakan kerudung gaul ( jilbab pendek) diatas dada sehingga bagian yang menonjol dari wanita kelihatan.
4. memakai celana leaging (super ketat) dipasangkan dengan baju ketat pula tetapi memakai jilbab. dan lain sebagainya.
Seharusnya kita harus menyadari bahwa sebagai wanita kita diwajibkan menutup seluruh tubuh (kecuali muka dan telapak tangan) dari pandangan laki-laki bukan muhrim. wanita dilarang menampakkan zinat (perhiasan) nya kepada beberapa golongan laki laki dan wanita. Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Nya:
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)nampak dari padanya.” (Q.S. An-Nur: 31)

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Melihat dari ungakapan tersebut bahwasanya sebagai muslimah Persoalan bentuk dan model busana/pakaian dalam kajian fiqh Islam bersifat fleksibel dan dinamis disesuaikan dengan norma-norma etika, moral dan adat istiadat setempat. Jika tidak berlebihan dapat dikatakan bahwa salah satu bentuk dan model busana/pakaian yang telah digariskan dalam ajaran syari’at setidaknya sejenis jilbab (menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan) dan khimar sebagai penutup kepala yang diulurkan hingga ke dada. Sedangkan model jilbab dan khimar menjadi kebebasan bagi setiap orang dalam menentukannya sesuai dengan norma agama, etika, moral dan pertimbangan adat istiadat setempat.
(by. Zamroni_mahasiswa aktif uinsa)

SUMBER

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s