Banyuwangi Jadi Percontohan Universal Health Coverage di Jawa Timur

Banyuwangi Jadi Percontohan Universal Health Coverage di Jawa TimurSURYA.co.id | BANYUWANGI – Banyuwangi menjadi percontohan penerapan ‎Universal Health Coverage (UHC) di Jawa Timur.
Untuk itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, terus kampanye agar masyarakat Banyuwangi bisa tercover Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS).
UHC atau Jaminan Kesehatan Semesta bertujuan untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, tanpa harus mengalami kesulitan pembayaran.
Untuk itu selama Ramadan, Anas melakukan Safari Ramadan, dengan berbuka puasa dan menjalankan salat tarawih, di kampung-kampung.
Tiap kesempatan, Anas berkampanye tentang pentingnya memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS.
“Kami terus mengampanyekan BPJS, di tiap kesempatan ketika Safari Ramadan ke kampung-kampung. Meskipun kepala BPJS tidak ikut,” kata Anas, Kamis (1/6/2017).
Mantan anggota MPR RI termuda itu mengatakan, makna puasa adalah menjaga kesehata
Karena itu hadis nabi menyatakan, “Shumu Tashihhu” yang artinya puasalah niscaya kamu akan sehat. Ini berarti puasa memiliki makna sehat dunia dan akhirat.
Anas mengatakan kesehatan itu adalah sesuatu yang mahal, karena itu harus dijaga.
“Untuk urusan akhirat, kiai atau ustad yang menyampaikan. Sedangkan kami bertugas menyampaikan yang duniawi. Karena itu saya sampaikan pentingnya BPJS,” kata Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Jatim tersebut.

Anas mengatakan BPJS merupakan sesuatu yang penting, yang terkadang oleh masyarakat diremehkan. Padahal BPJS bisa mengover biaya ketika masyarakat sakit.
“Biaya iuran BPJS itu sebulan sekitar Rp 25.000. Sedangkan rokok satu bungkus Rp 15.000. Jadi dua bungkus rokok bisa buat bayar iuran BPJS. Jadi buat para istri yang suaminya perokok, kalau tidak mau ikut BPJS, ambil rokoknya jual lagi buat bayar iuran BPJS,” canda Anas.
Bupati berusia 43 tahun itu mengatakan, akan meminta BPJS Banyuwangi agar bekerja sama dengan desa.
Sehingga nantinya pendaftaran BPJS bisa dilakukan secara online di situs-situs desa.
Ini untuk memudahkan dan menyosialisasikan BPJS pada masyarakat desa.
Saat melakukan Safari Ramadan, ternyata masih ada warga desa yang belum mengetahui cara mendaftar BPJS.
Padahal proses pendaftaran BPJS itu mudah dan iurannya murah.
“Ini menunjukkan masih ada masyarakat yang belum mengetahui BPJS,” kata Anas.
Di Banyuwangi sendiri, menurut Anas, untuk warga miskin yang tidak sanggup membayar iuran BPJS akan dibantu pemerintah.
Pemkab juga menyediakan rumah singgah bagi keluarga pasien miskin yang harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Rumah singgah ini makin menyempurnakan pelayanan kesehatan. Bagi warga Banyuwangi yang sakit, untuk biaya pengobatan ditangani oleh BPJS, dan Pemkab membantu beban bagi keluarga selama tinggal di Surabaya.
Rumah singgah yang berada di Jalan Kemangi Nomor 1 Surabaya itu, bisa digunakan oleh keluarga pendamping pasien selama berobat.
Ini untuk meringankan beban keluarga selama mendampingi keluarganya yang sakit.

SUMBER

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s